Berita terbaru tentang PREDIKSI BOLA MALAM INI, serta ulasan head to head, prediksi line up dan skor, prediksi pertandingan bola dunia paling lengkap

WELCOME AGEN TERPERCAYA DAN TERBESAR DI ASIA  | LINK ALTERNATIF: WWW.SAHABAT303.VIP - WWW.JAGUAR303CASH.COM -  WWW.PARTAIGOAL.COM - WWW.858LIGA.COM

Sunday, May 12, 2019

Analisis: Seperti Benzema, Paulo Dybala jadi Korban Ronaldo?

Sahabatcasino Agen Live Casino Online dan Sabung Ayam Terpercaya

Analisis: Seperti Benzema, Paulo Dybala jadi Korban Ronaldo? - Paulo Dybala tak mampu menonjolkan performa terbaiknya pada musim 2018/19 ini bersama Juventus. Jumlah gol penyerang asal Argentina itu menurun secara drastis. Bahkan di tahapan paling rendah.

Paulo Dybala dibeli Juventus pada tahun 2015 yang lalu dari Palermo. Ketika itu, Juventus wajib membayar hingga 32 juta euro untuk mendapat jasa pemain yang mencetak 13 gol di Serie A pada musim 2014/15 itu. Prediksi bola malam ini

Tiga musim pertama Paulo Dybala di Juventus berjalan dengan bagus. Tidak ada kendala yang cukup berarti dari segi jumlah gol. Ia malah mulai disebut sebagai pemain penting di skuat Nyonya Tua. 

Namun, musim 2018/19 tak berjalan dengan bagus untuk Paulo Dybala. Jumlah golnya menurun drastis. Hingga pekan ke-35 Serie A, pemain dengan julukan La Joya hal yang demikian baru mampu mencetak lima gol untuk Juventus di Serie A? 

Benarkah penurunan performa Paulo Dybala karena kedatangan Cristiano Ronaldo? Simak selengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.

Gara-gara Ronaldo?

Tiga musim bermain untuk Juventus, Paulo Dybala selalu mencetak lebih dari 10 gol di pentas Serie A. Catatan gol paling minim terjadi pada musim 2016/17 yang lalu. Ketika itu, Paulo Dybala hanya mampu mencetak 11 gol saja.

Sementara, catatan paling produktif Paulo Dybala terjadi pada musim 2017/18. Pemain berusia 25 tahun mampu mencetak 22 gol untuk Juventus di Serie A. Musim lalu, Paulo Dybala memainkan 33 perlombaan di Serie A.

Nah, apa yang terjadi pada musim 2018/19 sehingga Paulo Dybala sejauh ini baru mencetak lima gol?

Paulo Dybala masih jadi pemain inti. Ia dimainkan semenjak menit awal pada 21 perlombaan dan tampil dari tempat duduk cadangan pada enam perlombaan. Keadaan ini sama seperti pada musim-musim sebelumnya. Paulo Dybala juga jadi pemain inti. Agen bola terpercaya

Bedanya yakni Paulo Dybala sekarang tak selalu jadi penyerang tengah. Dari catatan Whoscored, mantan pemain Instituto itu hanya 11 kali jadi penyerang tengah. Tentu saja ini jadi sorotan. Sebab, penyerang tengah yakni posisi terbaiknya.

Paulo Dybala bermain sebagai winger kanan sebanyak 10 kali pada musim 2018/19. Sementara, dia enam kali wajib melaksanakan peran sebagai gelandang serang. Pada posisi ini, kesempatan Paulo Dybala untuk masuk kotak penalti tentu saja berkurang.

Apalagi, Juventus punya Cristiano Ronaldo yang yakni sasaran utama tiap serangan tim. Pemain 34 tahun ini lah yang kemudian jadi pencetak gol paling banyak bagi Juventus. Sejauh ini, telah 21 gol dicetak Ronaldo di Serie A.

Seperti Benzema di Real Madrid

Apa yang terjadi pada Paulo Dybala agaknya mirip dengan kasus Karim Benzema di Real Madrid. Pemain asal Prancis itu, beberapa musim yang lalu, wajib mengalah dari Ronaldo untuk urusan berada di dalam kotak penalti.

Ronaldo yakni model yang benar-benar dominan di kotak penalti. Pemain asal Portugal itu yakni tipikal eksekutor tiap mendapatkan kesempatan untuk menendang bola ke gawang. Ronaldo jadi sentral permainan di Real Madrid.

Dengan skema demikian, maka Karim Benzema wajib jadi \\\'korban\\\'. Dari posisi awal sebagai penyerang tengah, bomber asal Prancis itu menjadi lebih kerap kali bergerak ke samping untuk memberi ruang pada Ronaldo. Benzema malah menjauh dari kotak penalti.

Nah, pada musim 2018/19, setelah Ronaldo pindah ke Juventus, Benzema jadi sosok sentral di lini depan Real Madrid. Ia lebih bebas bergerak di kotak penalti. Kesudahannya, pemain 31 tahun sejauh ini telah mencetak 21 gol di La Liga. Prediksi bola parlay

Jumlah gol Benzema hal yang demikian jauh lebih banyak jika dibanding dengan golnya dalam dua musim terakhir. Pada musim 2016/17, Benzema hanya mencetak 11 gol di La Liga. Sementara, pada musim 2017/18, keadaan lebih sulit karena Benzema hanya mencetak lima gol saja.
Share:

0 comments:

Post a Comment

WARNING!!!

WARNING!!!

WARNING!!!

Copyright © PREDIKSI DEWA 33 | BERITA BOLA MALAM INI DAN TERPERCAYA | | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com